
KONTROLSOSIAL.DATA
Sintang (Kalbar), Aksi unjuk rasa kembali terjadi lagi pada hari Rabu (21/12/2022). Aksi kali ini dilakukan oleh warga masyarakat SP Telaga Mensiap Baru Kecamatan Binjai Hulu Kabupaten Sintang. Aksi kali ini merupakan protes dari masyarakat Kecamatan Binjai Hulu terkait akses jalan yang rusak yang sampai dengan saat ini belum selesai dikerjakan.
Melalui kesempatan ini Rondom selaku Ketua Persatuan Masyarakat Lintas Kelansam Membangun sampaikan beberapa tuntutan yang disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Sintang. Ada 5 poin penting yang disampaikan oleh masyarakat SP Telaga Mensiap Baru Kecamatan Binjai Hulu yaitu :
1. Menuntut alokasi perbaikan jalan Binjai Hilir sampai Mensiap Baru;
2. Menuntut pertanggungjawaban perbaikan atas akibat dari dampak pengerjaan jalan yang tidak sesuai;
3. Menuntut perbaikan jalan lintas Kelansam dari Binjai Hilir sampai Mensiap Baru secara berkelanjutan;
4. Adili Perusahaan pelaksana pembangunan karena sudah merugikan masyarakat, baik secara pribadi maupun umum;
5. Apabila tidak ada jawaban maka masyarakat SP Telaga Mensiap Baru tidak akan mengikuti penyelenggaraan Pemilu 2024.
Inilah yang menjadi tuntutan yang melakukan aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Sintang pada hari Rabu 21 Desember 2022.
“Di halaman Kantor Bupati Sintang ini kami mengajak beberapa warga masyarakat berangkat kesini untuk menyampaikan aspirasi berkaitan dengan gagalnya proyek dana DAK yaitu alokasi Dana Khusus yang ada di Binjai Kecamatan Binjai Hulu dan Kecamatan Tempunak yaitu dari Binjai Hilir sampai ke Mensiap Baru itu sudah dipasang plang proyek yang dimana alokasi dananya secara khusus tersebut langsung dipasang yang nominal dananya 1 miliyar 700 sekian namun tidak selesai hingga sekarang,” ungkap Romdom kepada awak media.
Romdom menambahkan, pekerjaan tersebut hanya berupa tumpukan batu saja namun tidak menimbulkan manfaatnya sama sekali. Masyarakat akhirnya menuntut agar jalan tersebut segera diselesaikan pekerjaannya.
“Informasi untuk jarak tempuh jalan tersebut dari Mensiap Baru ke Binjai Hilir menempuh jarak 35 kiloan pak. Harapan kami agar proyek yang mangkrak ini kita minta ganti di tahun 2023. Karena tahun 2023 itu untuk perawatan jalan yang berkisar 1 miliyar itu memang sudah cukup parah. Kami berharap ada pengawasan proyek dari Pemerintah yang betul-betul tegas dalam mengawasi proyek tersebut,” jelas Romdom.
Romdom menambahkan, jika tidak dikerjakan proyek jalan tersebut mewakili masyarakat tidak akan menyelenggarakan Pemilu di tahun 2024. (Bostang)
(Tim/Edy)











